Breaking News

SUARA PASURUAN NEWS, Kota Pasuruan – Kabar tak sedap belakangan berembus dari kantor DPRD Kota Pasuruan. Ini menyusul belakangan terdengar kabar adanya dua anggota legislatif, yang disanterkan meminta uang ke PDAM Kota Pasuruan. Isunya, dua anggota DPRD itu bahkan meminta uang ke Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang mengurusi air tersebut.

Isu tersebut bahkan menyeruak dan beberapa hari terakhir membuat heboh masyarakat. Bahkan di internal DPRD Kota Pasuruan, kabar tersebut kini menjadi desas-desus, lantaran jumlahnya besar yakni mencapai setengah miliar.

KLARIFIKASI: Kerabat Abdullah Junaedi saat menemui Direktur PDAM Kota Pasuruan, untuk mengklarifikasi soal informasi adanya dewan yang meminta uang. Inset: Helmi dan Abdullah Junaedi. (Foto: Fahrizal Firmani/Jawa Pos Radar Bromo)

Dua anggota legislatif yang diisukan tersebut ialah Abdullah Junaedi dan Helmi. Menanggapi adanya isu tersebut, Selasa (23/2), sejumlah perwakilan dari Abdullah Junaedi mendatangi kantor PDAM Kota Pasuruan yang berada di Jalan Erlangga, Kelurahan/Kecamatan Purworejo sekitar pukul 10.30. Mereka bermaksud untuk meminta penjelasan terkait informasi yang sudah menyebar luas di masyarakat tersebut.

Ayah dari Abdullah Junaedi, Abdul Qodir mengungkapkan, kedatangannya kemarin untuk mengklarifikasi terkait rumor di masyarakat bahwa anaknya meminta dana Rp 500 juta dari Direktur PDAM, Robert Balbut. Dalam rumor itu, uang ini disebut dibagi dua dengan Helmi. Karena itulah klarifikasi diperlukan, agar mendapat jawaban yang jelas.

“Ini merupakan salah satu upaya kami untuk tabayyun atau klarifikasi sehingga mendapat kebenaran yang jelas. Anak saya sendiri sudah bilang kalau itu tidak benar. Helmi juga sudah saya hubungi dan mengizinkan saya untuk lakukan hal ini,” ungkapnya.

Direktur PDAM Kota Pasuruan, Robert Balbut memastikan, informasi itu tidak benar adanya. Helmi maupun Abdullah Junaedi tidak pernah meminta uang. Dirinya juga tidak pernah mengatakan demikian. Sehingga ia memastikan rumor di masyarakat itu keliru dan memang tidak pernah ada hal yang seperti itu.

“Saya pastikan itu salah. Tidak ada keduanya datang ke saya untuk meminta uang apalagi senilai Rp 500 juta. Jadi di sini saya tekankan sebagai Direktur PDAM, jika rumor itu salah dan tidak benar,”sebut Robert.

Sementara itu, anggota DPRD Kota Pasuruan, Abdullah Junaedi menyebut, ada beberapa sumber yang menyampaikan jika dirinya dan Helmi meminta dana Rp 500 juta pada PDAM. Namun untuk menindaklanjuti informasi ini ke pihak kepolisian, keduanya tidak memiliki bukti yang kuat. Saat ini ia dan Helmi masih mencari dalang informasi tersebut.

“Kami tidak memiliki bukti untuk melaporkan ke Polres. Saat ini kami masih menelusurinya. Cuma memang ada beberapa sumber yang bilang seperti itu. Kan tidak masuk akal itu. Rencananya saya dan pak Helmi mau klarifikasi langsung ke PDAM dalam pekan pekan ini,”sebut anggota Fraksi PKB ini.

Di sisi lain, Helmi mengaku pihaknya juga tidak mengetahui asal rumor tersebut. Namun, yang pasti informasi ini sudah menyebar ke masyarakat hingga lapisan bawah. Padahal ia dan Junaedi tidak pernah datang menemui Robert Balbut untuk meminta dana sebesar Rp 500 juta. Ia sendiri juga akan klarifikasi hal ini pada Direktur PDAM.

“Pimpinan DPRD sempat menanyakan hal ini juga pada pak Robert. Namun, saat ditemui oleh pak Ketua (Ismail Marzuki Hasan, Red), katanya Pak Robert menampik rumor itu. Cuma saya juga mau ke sana untuk klarifikasi,” terang Helmi. (riz/fun)

Sumber: radarbromo.jawapos.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *