Breaking News

Views: 4
0 0

SuaraPasuruan.Com, Jatim, Surabaya – Ksatria Airlangga kembali mengharumkan nama Universitas Airlangga (Unair) pada akhir September lalu. Tepat tanggal 28September 2020 Ayu Maharani Putri Setyorini berhasil meraih Juara 1 dalam Kompetensi Mahasiswa Nasional Bidang Ilmu Bisnis, Manajemen, dan Keuangan 2020 yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) Kemendikbud.

Ayu Maharani Putri Setyorini dan Aisyah P. Rahvy Juara dalam kompetensi Mahasiswa Nasional Bidang Ilmu Bisnis, Manajemen dan Keuangan 2020.

Dengan mengusung tema good health and well being, Ayu-sapaan akrabnya menggandeng  Aisyah P. Rahvy mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unair dalam tim Seger Waras Unair.

“Nah, karena saya background-nya manajemen bisnis, pasti lebih lengkap kalau kerja bareng sama anak FKM yang dari background kesehatan masyarakat. Jadi bisa solve masalah yang ada dari segi kesehatan, dan saya handle di bagian manajemen bisnis dan keuangannya,” tutur mahasiswa manajemen bisnistersebut, Selasa (6/10/2020).

Dari hal tersebut, Ayu membuat gagasan “telehealth aplikasi seger waras” yang merupakan perencanaan bisnis yang sesuai dengan kondisi pandemi Covid-19. Dimana rancangan aplikasi tersebut berbasis pengobatan tradisional-herbal, dengan menggandeng mitra dari penyehat tradisional (battra), pijat, akupunktur, pengobatan alternatif lainnya dan klinik obat herbal.

“Dengan sasaran masyarakat yang berusia 15-29 tahun yang bermukim di kota besar dengan gaya hidup dan pola makan yang kurang sehat, seperti workaholic, konsumsi junk food, dan tingkat stres yang tinggi,” tutur mahasiswa yang berasal dari Surabaya tersebut.

Dalam merancang aplikasi tersebut, persiapan yang pdilakukan adalah mentoring dengan dosen pembimbing. Selain itu, belajar tentang business plan, baik dari segi ilmu bisnis, manajemen, dan keuangan.

Proses diskusi yang semua serba online menjadi salah satu kendala yang dihadapinya selama  persiapan. Adapun penyesuaian waktu satu sama lain dengan dosen pembimbing menjadi kendala lain karena memiliki agenda kuliah masing-masing.

“Jika diberikan dana pengembangan oleh Puspresnas Kemendikbud RI tentunya akan mencoba mengembangkan ide telehealth app yang kami rancang,” tutur mahasiswa angkatantahun 2017 tersebut.

Dengan kemenangan tersebut, Ayu berharap dapat memotivasi mahasiswa UNAIR lainnya untuk mengikuti kompetisi, baik di skala regional maupun nasional. Selain itu,ia juga berharap segala gagasan dan inovasi mahasiswa dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.(mad)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *