Breaking News

Views: 3
0 0

SuaraPasuruan.Com, Jatim, Surabaya – Alumni peserta diklat pelatihan kepemimpinan pengawas Provinsi Jawa Timur angkatan III dan IV Tahun 2020 selain meningkatkan kemampuan kapabilitasnya, juga diharapkan pandai dan mampu membangun jejaring antar sesama alumni.

Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono menyerahkan Surat Tnda Taman Pendidikan  kepada peserta pelatihan kepemimpinan  di BPSDM Jatim 

Hal ini penting karena jejaring dinilai sangat penting untuk membantu melaksanakan tugas sehari-hari sebagai pelayan masyarakat.   

“Itulah yang sebetulnya selain peningkatan kapabilitas juga harus bisa membangun peningkatan jejaring antar teman alumni diklat,” ujar Sekdaprov Jawa Timur, Heru Tjahjono, saat menutup  Pelatihan Kepemimpinan Pengawas Provinsi Jawa Timur angkatan III dan IV Tahun 2020 di BPSDM Jatim, Rabu (07/10/2020). 

Menurut Heru, pada diklat pelatihan kepemimpina pada saat pademi Covid-19 seperti sekarang ini tidak bisa bertatap muka.  

“Kondisi ini sebenarnya bukan mengurangi, hanya kurang komplit. Karena cara mengajar yang secara virtual itu sebetulnya para widyaiswara atau dosen itu tidak bisa melihat gestur mahasiswanya atau muridnya,” ujar Heru. 

Menurut Heru, dalam penampilan gestur, seorang dosen bisa menilai bahwa mahasiswanya mempunyai etika, apa secara psikologis ada gangguan, apa ada tekanan, apa pada saat melaksanakan diklat stres itu selalu akan terjadi.  Dosen tahu karena selalu melakukan tatap muka yang cukup banyak. 

“Itulah yang beberapa hal yang perlu kami sampaikan dan yang penting bagi teman-teman sekalian pada posisi eselon IV,” ungkapnya. 

Eselon  IV ini, kata Heru, memang harus betul-betul meningkatkan kapabilitas, karena ujung tombak, tapi kalau eselon IV modelnya bosy tidak mau turun kelapangan, tidak tahu secara teknik, tidak akan bisa menilai hal-hal yang baik.   

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paeweai, menyatakan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan III dan IV provinsi Jawa Timur tahun 2020 merupakan PKP terpanjang dibanding tahun sebelumnya.

Sebab, Tahun ini dilaksanakan 7 bulan yaitu sejak 11 maret hingga ditutup pada 7 Oktober 2020. Hal ini merupakan dampak dari pandemic covid-19. Sejumlah 80 Peserta diklat PKP tahun 2020 ini turut hadir dalam acara Penutupan ini baik hadir secara offline maupun secara virtual (zoom meeting).

Peserta diklat PKP tidak hanya berasal dari jawa timur, namun ada yang berasal dari luar provinsi antara lain yaitu Kapuas hulu dan Singkawang Kalimantan Barat. 

Selain itu, Ia menyatakan bahwa hampir seluruh peserta diklat PKP tahun ini dinyatakan lulus, hanya 1 peserta yang ditangguhkan dikarenakan terjangkit virus covid-19 dan sedang menjalani isolasi mandiri. (ryo,sal/s)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *