Breaking News

Views: 6
0 0

SuaraPasuruan.Com, Kab. Pasuruan- Wakil Bupati Pasuruan, KH Abdul Mujib dalam beberapa hari turun lapangan dalam rangka melihat secara langsung proses pendistribusian air bersih untuk warga terdampak.

Seperti yang terlihat pada Rabu (14/10/2020) siang, di mana orang nomor dua di Kabupaten Pasuruan ini melakukan monitoring di dua lokasi berbeda. Yakni Dusun Kedungwuluh, Desa Karanglo, Kecamatan Grati serta Desa Karangjati, Kecamatan Lumbang.

Dari dua tempat tersebut, Gus Mujib tak hanya melihat kesiapan petugas saja. Akan tetapi ikut mengisi drum-drum kosong yang dibawa warga untuk kebutuhan sehari-hari.

Menariknya, Gus Mujib juga memberikan nasehat tentang bagaimana memanfaatkan air sesuai kebutuhan. Salah satunya mengenai penggunaan air untuk berwudlu.

Kata Gus Mujib, Islam memberikan kemudahan dalam berbagai macam urusan. Salah satunya tentang tata cara berwudhu yang tak harus membasuh wajah tiga kali sesuai syariat. Melainkan cukup dua kali saja.

“Kita bicaranya di tempat yang kekurangan air. Membasuh wajah dua kali pas wudlu sudah cukup. Justru, di dalam islam, penggunaan air tidak boleh boros. Pakai kendi saja tidak apa-apa, satu botol sudah cukup untuk dua orang,” ucap Gus Mujib di hadapan warga.

Oleh karena itu ia meminta kepada tokoh agama untuk memberikan edukasi tentang pemanfaatan air semaksimal mungkin.

“Air sedikit bisa mencukupi kebutuhan kita yang betul-betul sangat membutuhkan. Saya minta tokoh agama di desa untuk juga memberikan edukasi bagaimana memanfaatkan air dengan jumlah yang terbatas. Masyarakat juga saya minta tetap bersabar dan beribadah kepada Allah SWT agar diberikan keselamatan dan kesehatan,” terangnya.

Sementara itu, Kepala BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Pasuruan, Tectona Jati menjelaskan, setidaknya, ada 23 desa di tujuh kecamatan yang mengalami krisis air bersih. Desa-desa itu mencakup, Bulusari dan Wonosunyo, Kecamatan Gempol; Desa Jeladri, Kedungrejo dan Sumberrejo di Kecamatan Winongan; Desa Lumbang, Watulumbung, Cukurguling, Karangjati dan Karangasem, di Kecamatan Lumbang.

Selanjutnya Desa Mangguan, Ngantungan, Sibon, Klakah, Pasrepan dan Petung di Kecamatan Pasrepan; Desa Pasinan, Balunganyar, Semedusari dan Wates di Kecamatan Lekok; Desa Kedungpengaron dan Oro-oro Pule di Kecamatan Kejayan serta Desa Karanglo, Kecamatan Grati.

“Dari assessment terhadap sumber-sumber air yang ada di wilayah Kabupaten Pasuruan, sejauh ini belum ada perubahan. Artinya, tidak ada kenaikan volume air di sumber-sumber yang ada di Kabupaten Pasuruan tersebut,” urainya. (emil)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *