Breaking News

Views: 3
0 0

SuaraPasuruan.Com, Nasional, Jakarta – Para atlet angkat besi mulai menunjukkan penampilan terbaiknya selama berada di pemusatan pelatihan nasional (pelatnas). Hal itu terbukti dengan adanya peningkatan prestasi sebesar 70 persen saat dilakukan Tes Progres ke-3 Pelatnas Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI) yang digelar di Mes Kwini, Jakarta Pusat.

Ofisial, pelatih, dan atlet pelatnas angkat besi Indonesia. (Foto: Istimewa)

“Para atlet mulai bersaing ketat baik senior maupun junior yang menunjukkan peningkatan. Ini sangat bagus. Kami berharap kinerja puncak mereka bisa tercapai jelang event Olimpiade 2021 dan SEA Games Vietnam di tahun yang sama,” kata Wakil Ketua Umum PB PABSI, Djoko Pramono, ketika dikonfirmasi Kamis (1/10/2020).

PABSI juga akan menggelar evaluasi besar-besaran pada Desember mendatang. Hal ini untuk melihat kembali kekurangan maupun kelebihan para atlet selama berada di Pelatnas. Tes progres yang digelar setiap bulannya menjadi tolok ukur karena angkat besi sebagai cabang olahraga terukur dan kemajuan para atlet juga bisa terukur jelas.

Pada Tes Progres ke-3 yang digelar di Mess Kwini, Jakarta Pusat, Rabu (30/9), lifter Triyatno dari Kalimantan Timur yang tampil di kelas 73 kg harus bersaing ketat dengan juniornya, lifter Rizki Juniansyah dan Rahmat Erwin Abdullah.

Tawar-menawar total angkatan terjadi antara ketiga lifter Pelatnas itu terutama dalam angkatan clean and jerk. Hasilnya, total angkatan Triyatno dapat dilampaui oleh Rahmat Erwin Abdullah (Sulawesi Selatan), dan Rizki Juniansyah (Banten).

Rahmat Erwin Abdullah berhasil meraih total angkatan tertinggi 338 kg yang terdiri dari angkatan snatch 148 kg dan clean and jerk seberat 190 kg. Sedangkan Rizki Juniansyah meraih total angkatan 334 kg terdiri dari total angkatan snatch seberat 149 kg dan clean and Jerk seberat 185 kg.

Sementara, Triyatno dengan total angkatan 305 kg (snatch 135 kg dan clean and jerk 170 kg). Bahkan angkatan snatch Rahmat Erwin Abdullah mampu melampaui rekor dunia junior atas namanya sendiri dan berhasil menambah total angkatan seberat satu kilo dari hasil tes progres sebelumnya untuk angkatan clean and jerk seberat 147 kg.

Di bagian putri, lifter Windy Cantika Aisah (Jawa Barat) yang tampil di kelas 49 kg juga mengalami peningkatan selama berlatih dengan meraih total angkatan 197 kg dengan angkatan snatch 88 kg naik satu kilogram dibanding tes progres sebelumnya 87 kg, dan total angkatan clean and jerk seberat 109 kg.

Lifter Juliana Klarisa (Jambi) yang tampil di kelas 55 kg juga berhasil memperbaiki angkatan snatch dari 82 kg menjadi 83 kg dan mampu mengangkat beban seberat 106 kg dalam angkatan clean and jerk sekaligus mencatat total angkatan seberat 188 kg.

Begitu juga dengan lifter putri Nurul Akmal (Aceh)yang tampil di kelas 87+ mampu mengangkat total angkatan seberat 246 kg dengan angkatan snatch 105 kg dan clean and jerk seberat 141 kg.

Sementara, lifter debutan baru dibagian putri, Najla Khoirunisa(Jabar) yang tampil di kelas 45 kg meraih total angkatan seberat 128 kg, terdiri dari angkatan snatch 58 kg dan clean and jerk 70 kg.

Najla Khoirunisa yang baru saja bergabung menggantikan Putri Aulia yang dipulangkan ke daerahnya itu, dipersiapkan menghadapi ajang SEA Games Vietnam 2021 mendatang.

“Najla memang kami persiapkan untuk menghadapi SEA Games 2021. Selain usianya masih muda sekitar 15 tahun, ia juga merupakan lifter kedua terbaik di kelasnya saat ini. Mudah-mudahan dalam kurun waktu selama setahun berada di Pelatnas prestasinya lebih terasah lagi,” tutup Djoko. (red)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *