Breaking News

Views: 6
0 0

SuaraPasuruan.Com, Kab. Pasuruan – Awal tahun 2021 mendatang, TPA (Tempat Pembuangan Akhir) di Desa Wonokerto, Kecamatan Sukorejo, sudah bisa dioperasionalkan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan, Heru Farianto mengatakan, sampai saat ini, pembangunan TPA Wonokerto sudah mencapai 60%, dan ditargetkan akan selesai pada pertengahan desember 2020.

“Mohon doanya, Insya Allah sesuai dengan dokumen kontrak, pembangunan TPA Wonokerto akan selesai pertengahan desember tahun ini. Kalau sekarang masih 60 persen,” kata Heru, saat ditemui di kantornya, Kamis (08/10/2020) siang.

Dalam pengerjaannya, pembangunan TPA Wonokerto menelan anggaran sebesar Rp 17 Milyar. Anggaran tersebut berasal dari DBHCT (dana bagi hasil cukai dan tembakau) tahun 2020. Menurut Heru, pengerjaan proyek ini ditangani oleh tiga kontraktor dengan pola KSO, dengan waktu pengerjaan selama 130 hari kerja sejak dilakukan penandatangan.

“Sesuai dengan dokumen kontrak pembangunan TPA Wonokerto, ada sekitar 18 jenis pekerjaan fisik dan 2 non fisik yang harus rampung dibangun. Semuanya selesai pada akhir tahun ini,” terangnya.

Untuk 18 jenis pekerjaan fisik dan non fisik meliputi pembangunan gapura pintu masuk TPA, drainase jalan dan pagar, pembangunan jembatan (lanjutan) ke arah TPA, pembangunan pos jaga, peningkatan jalan ke oprasional TPA, drainase menuju TPA, pembangunan jembatan timbang dan kantor, pemeliharaan kontrol, pembangunan pagar dan TPT saluran, gudang alat berat garasi truk, garasi alat berat, tempat cuci alat berat, IPA (lanjutan) pembangunan Banggar dan ruang edukasi, serta pengeboran dan tandon air.

Dijelaskan Heru, apabila selesai dibangun, maka semua pembuangan sampah masyarakat dialihkan ke TPA Wonokerto. Sedangkan TPA lama yang ada di Desa Kenep, Kecamatan Beji akan ditutup dengan pagar keliling dan beberapa titik di lokasi tersebut akan dijadikan RTH atau ruang terbuka hijau.

“Sekarang kita bangun gorong-gorong dan pagar di sisi barat. Akhir tahun juga selesai. Kalau pagar nya belum sepenuhnya, karena masih terbatas dalam hal anggaran. Yang penting kita tutup sebagai pengaman dan akan kita jadikan RTH,” tutup Heru. (red)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *